Monday, 17 March 2014

Pigur Menarik Dari Seorang JOKOWI menurut Bu Mega

Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi calon presiden PDI Perjuangan setelah mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Sebelum deklarasi menjadi calon presiden pada Jumat (14/3/2014), sesungguhnya sinyal Jokowi bakal direstui Megawati sudah terlihat sejak lama. Misalnya, di berbagai kesempatan Megawati mengajak serta memberi kesempatan Jokowi tampil di depan.

Dari catatan suara.com, ada empat hal menarik yang ditunjukkan Megawati sebagai cara untuk menampilkan Jokowi di depan publik.




1. Sebut Jokowi kerempeng

“Jokowi meskipun fisiknya kerempeng (kurus), tapi dia memiliki tenaga besar seperti banteng,” kata Megawati ketika berorasi pada kampanye akbar perdana PDI Perjuangan di lapangan Gelora Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/3/2014).

Di hadapan massa, Megawati mengatakan telah memberikan mandat kepada Jokowi karena mempunyai tenaga seperti banteng yang memiliki kekuatan besar.

2. Menulis nama Jokowi dalam surat perintah harian

Satu dari tiga isi perintah harian yang ditulis langsung oleh Megawati, menyebutkan:

“Dukung Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.”

Tulisan tangan Megawati itu dibubuhkan di atas selembar kertas tertanggal Jumat 14 Maret 2014. Perintah Megawati ini sekaligus menjawab teka-teki, apakah Jokowi menjadi capres PDI Perjuangan atau tidak.

3. Ingatkan Jokowi jangan berbesar hati dulu

Dalam wawancara di program acara Mata Najwa Metro TV, Rabu (22/1/2014) malam, Megawati sudah menyiratkan dukungannya kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden.

Megawati tahu elektabilitas Jokowi sulit ditandingi. Megawati berpesan kepada Jokowi.

“Tapi saya bilang kepada beliau, jangan mongkok (berbesar hati) dulu, lho kamu” kata Megawati.

4. Jokowi punya getaran Bung Karno

Dalam pidato politik Megawati di forum Rapat Kerja Nasional III (Rakernas III) di Econvention Ancol, Jakarta Utara, 6 September 2013, nama Jokowi disebut-sebut.

“Saya ajak untuk merenung sejenak, bagaimana nasib Bung Karno. Nah makanya, tadi saya rasa Pak Jokowi mendapatkan getaran itu,” kata Megawati pada waktu itu.

Acara ini disebut-sebut banyak pihak telah menjadi panggung bagi Jokowi.

Friday, 14 March 2014

KPU tetapkan 48 lembaga survei politik

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, sebanyak 48 lembaga survei politik sudah mendaftar ke KPU. Puluhan lembaga survei ini akan melakukan survei terkait pemilu.




KPU akan melakukan verifikasi lembaga-lembaga survei yang sudah mendaftarkan diri sebelum mengeluarkan keterangan terdaftar.

"Sudah ada 48 lembaga yang mendaftar. Kami harus memverifikasi dulu, apakah memenuhi syarat, lembaganya," ujar Hadar, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2014) malam.

Ia mengatakan, salah satu faktor yang akan diverifikasi adalah sumber dana penelitian. Verifikasi yang dilakukan sebatas kelengkapan administrasi.

"Kami juga tidak akan ke lapangan, mengecek bank-nya, betul atau tidak digunakan lembaga yang bersangkutan," ujarnya.

Hadar menuturkan, pendaftaran terakhir lembaga survei pada Senin (10/4/2014).

Sejak Januari lalu, sudah sudah ada lembaga survei yang mendaftar. Namun, hingga saat ini belum satu pun lembaga survei yang dinyatakan memenuhi syarat. Syarat tersebut adalah menyertakan profil lembaga, domisili lembaga, metodologi yang jelas, dan menyebutkan sumber dana penelitian.

"Kami akan rapat pleno dulu. Mudah-mudahan segera sajalah," ujar dia.

Empat puluh delapan lembaga survei tersebut adalah:

1. Lingkaran Survei Kebijakan Publik
2. Citra Komunikasi LSI
3. Konsultan Citra Indonesia
4. Media Survei Nasional
5. Citra Publik Indonesia
6. Indikator Politik Indonesia
7. Data Lembaga Survei Indonesia
8. Lingkaran Survei Indonesia
9. Roy Morgan Research
10. Lembaga Jaringan Isu Publik
11. Cyrus Nusantara dan Citra Publik
12. Media Survei
13. Saiful Muzani Research and Consulting
14. Cirus Surveyors Group
15. Lembaga Survei Nasional
16. Pusat Data Bersatu
17. Lembaga Survei Jakarta
18. Pol-Tracking Indonesia
19. Indo-Polling Network
20. Research and Consulting
21. Political Communication Institute
22. Markplus Insight
23. Indonesia Research Center
24. Pusat Kajian Strategi dan Kebijakan Strategis (Puskaptis)
25. Indo Barometer
26. Charta Politika Indonesia
27. Polmark Indonesia
28. Jaringan Suara Indonesia
29. Studi Suara Rakyat
30. Lentera Data Riset
31. Lembaga Polling Indonesia
32. Political Weather Station
33. Lembaga Klimatologi Politik
34. New Indonesia (Yayasan Lembaga Survei Politik Bekasi)
35. Puslitbang Diklat LPP RRI
36. Kompas Media Nusantara
37. Institute for Strategic and Development Studies
38. Alvara Strategi Indonesia
39. Politicawave.com
40. Lembaga Survei Independen Nusantara
41. Premier Epsilon Indonesia
42. Soegeng Sarjadi School of Government
43. Indonesian Research Survey
44. Citra Survei Indonesia
45. Indo Survey and Strategy
46. Tylor Nelson Sofres Indonesia
47. Populi Center
48. Nurjaman Center for Indonesian Democracy.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kabar Pemilu

Partai PDIP resmi Mencalonkan Jokowi jadi Capres

Jokowi Resmi Dicalonkan CAPRES Rupiah Menguat Tajam


Jakarta - Akhirnya Gubernur DKI Jokowi resmi jadi capres PDIP. Jokowi mengakui telah menerima mandat dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.




"Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jadi capres. Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan," kata Jokowi di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (14/3/2014).

Usai 'deklarasi' Jokowi mencium bendera merah putih yang tepat ada di belakang tempatnya berdiri. Jokowi akan segera dideklarasikan sore ini di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.



Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat, setelah Gubernur DKI Jakarta Joko widodo menyatakan siap menerima mandat sebagai calon presiden RI 2014 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Siang ini, Jumat, 14 Maret 2014, Joko Widodo, menyatakan telah mendapat mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon presiden dari PDIP. Jokowi menyampaikan hal ini di hadapan wartawan, saat melakukan blusukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

"Ya, saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon presiden. Dengan mengucapkan Bismillah, saya siap melaksanakan," kata Jokowi, sambil mencium bendara Merah Putih.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, mematok rupiah pada level Rp11.421 per dolar AS.

Namun, sore ini rupiah menguat. Berdasarkan data Kiwoom Securities pukul 15.54 WIB, rupiah berada pada level Rp11.377 per dolar AS. Adapun Bank Mandiri, pukul 16.01 WIB mematok kurs beli dolar AS pada level Rp11.387.

Ariston Tjendra, analis PT monex Investindo Futures, saat dihubungi menyatakan bahwa penguatan rupiah terlihat setelah Jokowi menyatakan diri siap menjadi capres RI 2014.

Menurut Ariston, hal ini karena investor memandang Jokowi cukup positif sebagai sosok yang mampu membawa perubahan di Indonesia. "Sentimen positif menyambangi pasar Indonesia setelah Jokowi mendeklarasikan diri untuk menjadi capres," kata dia.

Dia menjelaskan, rupiah berada di level Rp11.411 per dolar AS, sebelum Jokowi mengatakan siap menjadi capres. "Setelah Jokowi mengatakan kesiapan itu, rupiah menguat tajam sampai ke level Rp11.350 per dolar AS dan ini masih terus bergerak naik," kata dia.

Menurut Ariston, penguatan rupiah berbarengan dengan kenaikan indeks di pasar saham, di mana indeks harga saham gabungan (IHSG) naik dari level 4.700 ke level 4.878.

Tren pergerakan dan rupiah masih akan terus diamati hingga Senin pekan depan. "Tunggu Senin nanti, untuk ketahui konsolidasi rupiah, kemungkinan di kisaran Rp11.330 sampai Rp11.480," kata Ariston.

Namun, ia menambahkan, sepertinya rupiah bisa melanjutkan penguatannya pada pekan depan. "Selama empat hari ini tren penguatan berhenti, karena investor tak mendapat momentum yang tepat. Ini sepertinya bisa digunakan untuk menaikkan rupiah," tutur Ariston. (asp)

Tuesday, 11 March 2014

Jadwal Kampanye Parpol Seluruh Indonesia

Kampanye rapat umum terbuka peserta Pemilu 2014 akan dimulai 16 Maret sampai 5 April 2014.




Komisi Pemilihan Umum telah membagi jadwal kampanye rapat umum terbuka bagi 12 partai politik di setiap provinsi.

Partai politik dan calon anggota DPD RI dipersilakan mendaftarkan juru kampanye untuk rapat umum terbuka ke KPU sesuai tingkatan, tiga hari sebelum pelaksanaan kampanye rapat umum terbuka, ditembuskan ke Bawaslu dan pihak kepolisian.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menjelaskan, jadwal kampanye rapat umum ditetapkan dengan basis provinsi. Dalam pelaksanaannya nanti, akan melibatkan empat partai politik di setiap provinsi dalam hari yang sama.

"KPU akan memfasilitasi pelaksanaan kampanye rapat umum itu dari segi lokasi dan jadwal. Parpol dapat menggunakan atau tak menggunakan fasilitasi yang sudah disiapkan penyelenggara Pemilu," terang Ferry belum lama ini.

Kampanye rapat umum sebanyak dua kali selama 21 hari tersebut untuk provinsi yang memiliki sampai dua daerah pemilihan atau dapil.

Provinsi dengan tiga dapil, kampanye dilakukan sebanyak tiga kali.

Adapun provinsi dengan dapil lebih dari tiga, kampanye dilakukan sebanyak lima kali.

Untuk parpol lokal Aceh, kampanye rapat umum dilakukan bersama dengan parpol nasional. Polanya, setiap empat parpol nasional dan satu parpol lokal melakukan kampanye setiap hari di setiap kabupaten atau kota dan kecamatan.

Untuk lokasi pelaksanaan rapat umum, kata Ferry, ditetapkan oleh KPU kabupaten atau kota. Penentuan lokasi dilakukan KPU berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota.

Pelaksanaan kampanye untuk anggota DPR RI dilaksanakan pengurus parpol tingkat pusat atau calon anggota DPR.

Pelaksanaan kampanye anggota DPRD Provinsi dilaksanakan oleh pengurus partai tingkat provinsi dan atau calon anggota DPRD Provinsi.

Selanjutnya pelaksanaan kampanye anggota DPRD Kabupaten atau Kota diselenggarakan pengurus parpol tingkat kabupaten atau kota dan atau calon anggota DPRD Kabupaten atau Kota.

Berikut jadwal kampanye 12 partai politik peserta pemilu sesuai nomor urut.

Jadwal Kampanye NasDem (1), PKB (2), PKS (3), PDI Perjuangan (4):

Jawa Barat: Tanggal 16, 20, 25, 29 Maret dan 3 April

Jawa Tengah: Tanggal 18, 22, 27, Maret dan 1, 5 April

Jawa Timur: Tanggal 17, 21, 26, 30 Maret dan 4 April

DKI Jakarta: 16, 24 Maret dan 1 April

Banten: 20, 28 Maret dan 5 April

Sumut: 18, 26 Maret dan 3 April

Sulsel: 16, 24 Maret dan 1 April

Aceh (16, 28 Maret)

Sumatera Barat: 25 Maret, 5 April

Jambi: 22 Maret, 3 April

Bengkulu: 19, 30 Maret

Riau: 16, 28 Maret

Kepulauan Riau: 25 Maret, 5 April

Lampung: 22 Maret, 3 April

Bangka Belitung: 19, 30 Maret

Sumatera Selatan: 16, 28 Maret

DIY: 25 Maret, 5 April

Bali: 22 Maret, 3 April

NTB: 19, 28 Maret

NTT: 16, 28 Maret

Kalimantan Barat: 25 Maret, 5 April

Kalteng: 22 Maret, 3 April

Kalsel: 19, 30 Maret

Kaltim: 16, 28 Maret

Sulawesi Utara: 25 Maret, 5 April

Sulteng: 22 Maret, 3 April

Sultra: 19, 30 Maret

Sulbar: 16, 28 Maret

Gorontalo: 25 Maret, 5 April

Maluku: 22 Maret, 3 April

Malut: 19, 30 Maret

Papua: 16, 28 Maret

Papua Barat: 25 Maret, 5 April

Jadwal Kampanye Golkar (5), Gerindra (6), Demokrat (7), PAN (8):

Jabar: 17, 21, 26, 30 Maret, 4 April

Jateng: 16, 20, 25, 29 Maret, 3 April

Jatim: 18, 22, 27, Maret, 1, 5 April

DKI: 18, 26 Maret, 3 April)

Banten: 16, 24, Maret, 1 April

Sumut: 20, 28 Maret, 5 April

Sulsel: 18, 26 Maret, 3 April

Aceh: 20 Maret, 1 April

Sumbar: 17, 29 Maret

Jambi: 17, 26 Maret

Bengkulu: 23 Maret, 4 April

Riau: 20 Maret, 1 April

Kepri: 17, 29 Maret

Lampung: 17, 26 Maret

Babel: 23 Maret, 4 April

Sumsel: 20 Maret, 1 April

DIY: 17, 29 Maret

Bali: 17, 26 Maret

NTB: 23 Maret, 4 April

NTT: 20 Maret, 1 April

Kalbar: 17, 29 Maret

Kalteng: 17, 26 Maret

Kalsel: 23 Maret, 4 April

Kaltim: 20 Maret, 1 April

Sulut: 17, 29 Maret

Sulteng: 17, 26 Maret

Sultra: 23 Maret, 4 April

Sulbar: 20 Maret, 1 April

Gorontalo: 17, 29 Maret

Maluku: 17, 26 Maret

Malut: 2 Maret, 4 April

Papua: 20 Maret, 1 April

Papua Barat: 17, 29 Maret

Jadwal Kampanye PPP (9), Hanura (10), PBB (14), PKPI (15):

Jabar: 18, 22, 27, Maret, 1, 5 April

Jateng: 17, 21, 26, 30 Maret, 4 April

Jatim: 16, 20, 25, 29 Maret, 3 April

DKI: 20, 28 Maret, 5 April

Banten: 18, 26 Maret, 3 April

Sumut: 16, 24 Maret, 1 April

Sulsel: 20, 28 Maret, 5 April

Aceh: 24 Maret, 5 April

Sumbar: 21 Maret, 2 April

Jambi: 18, 30 Maret

Bengkulu: 16, 27 Maret

Riau: 14 Maret, 5 April

Kepri: 21 Maret, 2 April

Lampung: 18, 30 Maret

Babel: 16, 27 Maret

Sumsel: 24 Maret, 5 April

DIY: 21 Maret, 2 April

Bali: 18, 27 Maret

NTB: 16, 27 Maret

NTT: 24 Maret, 5 April

Kalbar: 21 Maret, 2 April

Kalteng: 18, 30 Maret

Kalsel: 16, 27 Maret

Kaltim: 24 Maret, 5 April

Sulut: 21 Maret, 2 April

Sulteng: 18, 30 Maret

Sultra: 16, 27 Maret

Sulbar: 24 Maret, 5 April

Gorontalo: 21 Maret, 2 April

Maluku: 18, 30 Maret

Malut: 16, 27 Maret

Jadwal kampanye Partai Politik Wilayah Jabar

Ini Jadwal Kampanye Parpol di Jawa Barat




Komisi Pemilihan Umum Pusat merilis jadwal kampanye 12 Partai Politik (Parpol) dan para peserta Pemilihan Umum Pemilu. Kampanye akbar atau rapat umum itu sendiri akan diselenggarakan pada 16 Maret sampai 5 April 2014.

Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, mengenai jadwal kampanye, pihaknya telah membagi-bagi di tiap provinsi di Indonesia, dengan empat Parpol dalam setiap kampanye.

“KPU memfasilitasi pelaksanaan kampanye rapat umum itu dari segi lokasi dan jadwal. Parpol dapat menggunakan atau tak menggunakan fasilitasi yang sudah disiapkan,” ujar Ferry di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Ferry berjanji, pada pelaksanaanya kampanye nanti, KPU akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota yang mengaturnya, dan daerah mana saja yang dilarang untuk dilakukan kampanye.

“Penentuan lokasi dilakukan KPU berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota,” ujarnya.

Kemudian, pelaksanaan kampanye untuk anggota DPR RI dilaksanakan pengurus Parpol tingkat pusat atau calon tersebut. Sedangkan, kata dia, pelaksanaan kampanye anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten atau Kota dilaksanakan oleh pengurus partai tingkat masing-masing atau calon tersebut. (A-194/A_88)***

Berikut jadwal kampanye 12 Partai Politik peserta Pemilu 2014 sesuai nomor urut di Jawa Barat :

A. Partai Nasional Demokrat (NasDem) bernomor urut 1, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bernomor urut 2, Partai Kebangkitan Bangsa (PKS) bernomor urut 3, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PPDIP) bernomor urut 4

Tanggal 16, 20, 25, 29 Maret dan 3 April

B. Partai Gerakan Golongan Karya (Golkar) bernomor urut 5, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bernomor urut 6, Partai Demokrat (PD) bernomor urut 7, dan Partai Amanat Nasional (PAN) bernomor urut 8

Tanggal 17, 21, 26, 30 Maret, 4 April

C. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bernomor urut 9, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bernomor urut 10, Partai Bulan Bintang (PBB) bernomor urut 14, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) bernomor urut 15.

Tanggal 18, 22, 27, Maret, 1, 5 April. (KPU/diolah)*


Tuesday, 4 March 2014

Name nama Artis Mencuat Di kancah Partai Politik

Inilah Daftar Nama Artis dan Atlet Yang Jadi Caleg



Artis Caleg 2014depoknews.com | Partai politik berupaya mendapatkan jatah kursi di parlemen sebanyak-banyaknya, rekreutment terhadap artis adalah salah satu strategi dalam mendongkrak perolehan suara dalam pemilu, ada beberapa kelebihan merekrut artis untuk pemenangan pemilu, pertama adalah seorang telah mendapatkan nama di masyarakat hal inilah faktor popularitas, namun yang perlu diperhatikan adalah rekam jejak kandidat, sejauhmana dapat dipertanguungjawabkan sebagai wakil rakyat nanti.

Nama Artis dan Atlet Yang Jadi Caleg

Sejak pendaftaran dibuka pada 9 hingga 22 April 2013, tercatat beberapa nama artis hingga atlet yang ikut meramaikan bursa calon legislator.

Berikut daftar artis dan atlet yang ikut jadi caleg :

Partai Golongan Karya (Golkar), diisi oleh Nurul Arifin, Tantowi Yahya, Teti Kadi, Charles Bonar Sirait.
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), ada Gusti Randa, Reny Jayusman, Kris Dayanti, dan David Chalik.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), terdapat Ridho Roma, Arzetti Bilbina, Said ‘Bajaj Bajuri’, Mandala Shoji, Iyeth Bustami, Sayuti ‘Sitkom OB’, Akri ‘Patrio’, dan Vicki Irama.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), artis cantik Angel Lelga, Okki Asokawati, dan Mat Solar.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), diisi Rieke Dya Pitaloka, Yesi Gusman, Sonny Tulung, Edo Kondologit, Nico Siahaan, dan Dedi ‘Miing’ Gumelar.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), ada Irwansyah, Jamal Mirdad, Rachel Maryam, Bella Saphira, Iis Sugianto, dan Purnomo (mantan sprinter).
Partai Nasional Demokrat (NasDem), dengan komposisi Doni Damara, Jane Salimar, Melly Manuhutu, Riky Subagja (mantan atlet badminton), dan Nil Maizar (mantan pelatih Timnas Indonesia)
Partai Demokrat diisi oleh Vena Melinda, Ingrid Kansil, dan Nurul Qomar.
Partai Amanat Nasional (PAN) ada Primus Yustisio, Eko Patrio, Ikang Fawzi, Dwiki Darmawan, Desi Ratnasari, Jeremy Thomas, Ayu Azhari, Yayuk Basuki (mantan petenis).

Artis menjadi caleg tidak masalah. Semua memiliki hak dipilih dan memilih, mulai pengacara, aktivis, artis dan lain-lain. Namun, yang paling penting adalah kemampuan, termasuk elektabilitas dan knowledge. Jadi kapabilitas kemampuan juga penting, bukan cuma modal popularitas saja.

(bs/mt)
- See more at: http://depoknews.com/inilah-daftar-nama-artis-dan-atlet-yang-jadi-caleg/#sthash.09cAwD8Y.dpuf

44 artis Ibukota jadi Caleg Eksekutif 2014-2019

JAKARTA – Seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 sudah menyerahkan daftar caleg sementara (DCS) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ribuan nama calon anggota DPR kini tertumpuk di berkas KPU.


Dari ribuan nama yang diserahkan para parpol, terdapat sederet nama orang top di negeri ini. Namun, ketenarannya bukan karena kepiawaiannya dalam berpolitik, tetapi lebih karena sering muncul di layar kaca sebagai penyanyi, bintang film, pemeran sinetron, atlet, atau sekadar bintang iklan.

Ya, caleg dari kalangan selebritas atau lebih dikenal dengan sebutan caleg artis masih menjadi strategi jitu partai politik dalam berkompetisi. Mereka berharap, dengan menggaet public figure, elektabilitas partai bisa terdongkrak. Hal ini sudah terbukti pada Pemilu 2009 silam.

Jelang pemilu 2014 ini, hampir seluruh parpol menggandeng artis untuk menjadi caleg. Beberapa di antaranya memang artis yang sudah lebih dulu berpolitik dan duduk di parlemen. Sebut saja seperti Tantowi Yahya, Nurul Arifin, Dedi “Miing” Gumelar, Rieke Dyah Pitaloka, Venna Melinda, Jamal Mirdad, dan Rachel Maryam.

Kini, sederet artis lainnya akan mencoba peruntungan di politik. Berikut beberapa nama artis yang akan berkompetisi di Pemilu Legislatif 2014 mendatang berdasarkan data yang diperoleh Okezone.

Partai Nasdem
Doni Damara
Jane Shalimar
Ricky Subagja
Niel Maizar (Mantan Pelatih PSSI)

Partai Amanat Nasional
Primus Yustisio
Eko (Patrio) Hendro Purnomo
Ikang Fauzi
Dwiki Dharmawan
Desy Ratnasari
Anang Hermansyah
Jeremy Thomas
Ayu Azhari
Gisel Idol
Yayuk Basuki

PDI Perjuangan
Rieke Dyah Pitaloka
Yessy Gusman
Edo Kondologit
Sony Tulung
Nico Siahaan
Dedi Gumelar (Miing)

Partai Kebangkitan Bangsa
Ridho Rhoma
Arzatti Bilbina
Said (Bajaj Bajuri)
Mandala Shoki
Iyeth Bustami
Akri Patrio

Partai Persatuan Pembangunan
Angel Lelga
Okky Asokawati
Mat Solar

Partai Demokrat
Vena Melinda
Inggrid Kansil
Nurul Qomar

Partai Gerindra
Irwansyah
Jamal Mirdad
Rachel Maryam
Bella Saphira
Iis Sugianto

Partai Golkar
Nurul Arifin
Charles Bonar Sirait
Tantowi Yahya

Partai Hanura
Krisdayanti
Gusti Randa
David Chalik
Teti Kadi

Yang menjadi pertanyaan masyarakat, mampukah mereka menjadi corong dalam menyampaikan aspirasi rakyat, atau justru hanya pindah panggung dalam bersandiwara dari layar televisi ke gedung parlemen?