Tuesday, 29 October 2013

Edie Baskoro Atau Ibas berpeluang menjadi capres

Sebuah survei menempatkan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sebagai tokoh alternatif calon presiden RI 2014. Ketua DPP Demokrat Sutan Bathoegana tidak memungkiri putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki peluang pada Pemilu 2014.

"Politik itu teori kemungkinan, bisa mungkin, semua mungkin, bisa saja, dan saya kira apa yang dilakukan oleh beliau itu suatu pembelajaran," kata Sutan ketika dihubungi, Selasa (29/10/2013).

Apalagi, kata Sutan, posisi Ibas di Partai Demokrat sangat terhormat yakni Sekretaris Jenderal. Menurut Ketua Komisi VII itu, Ibas sudah belajar banyak dari SBY.

"Beliau itu kader yang selalu ikut orangtuanya, pasti belajar, seperti pepatah buah jatuh engga jauh dari pohonnya," katanya.

Dari berbagai pertimbangan itu, Sutan menilai Ibas pantas sebagai pemimpin muda. "Saya kira beliau memang dari dulu sudah terbiasa mengikuti ortunya utk bekal menghadapi masa depan," tutur Sutan.

Sebelumnya diberitakan, hasil survei yang dilakukan Political Weather Station (PWS) mengenai tokoh muda dan alternatif calon presiden 2014 menunjukkan bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masuk dalam daftar tokoh muda Partai Demokrat yang berpotensi menjadi calon presiden 2014.

Ibas menempati urutan ketiga dari empat politikus muda Demokrat yang dipersepsikan responden cocok menjadi capres 2014. Menurut peneliti PWS Imam Sofyan, pihaknya mengajukan pertanyaan kepada responden megenai siapa di antara tokoh muda dan alternatif Partai Demokrat yang dianggap pantas menjadi capres 2014.

“Edhie Baskoro 7,4 persen,” kata Imam saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Survei ini dilakukan terhadap 1.070 responden di 34 provinsi dalam kurun waktu 21 September hingga 24 Oktober 2013.

Responden dalam survei ini sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah dengan latar pendidikan sebagian besar lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Metode survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan pedomen kuesioner.

No comments:

Post a Comment